GURU MURSYID

*GURU MURSYID*

saran saya kepada bloggers mania apa bila mendapat hidayah dengan cara terus memohon petunjuk kpd alloh,untuk mencari guru mursyid(guru yang bertanggung jawab penuh atas diri kita kpd Alloh.karna dgn cara email spt ini tdk akan pernah tersibakan islam sebenarnya yang ada pada diri kita. sami3.na1 wa atho3.na1 karna apa yang diperintahkan guru kita itu langsung dari Alloh tidak sembarangan dan menurut kadar diri kita masing2.karana setiap orng brbda kadarnya.

Lalu dimana qt hrs mencari guru mursyid yg kamil mukamil??

Memang bgitu adanya, disini kita hanya sekedar berdiskusi, bukan ajar mengajar. Ilmu itu adalah sifat alloh ta’ala, berdiri pada zat maka menyebabkan satu hukum yakni maknawiyah yakni 3alimun. Demikian pd yg baharu, berdiri sifat ilmu pd seseorang maka disebut dngn orang alim. Mencari syeikh yg mursyd itu tdk gampang. Mrk tdk ada tanda pengenal, tdk ada pangkat, jika ditanya sekalipun mrk tdk akan mengaku org alim(mursyd). Kecuali nabi dan rosul, ilmu pd kita mesti brsandar pd menuntut ia akan seorg syeikh

Ilmu tanpa syeikh akan mardud(ditolak), sbb dalam menuntut ilmu yg utama adalah adab, baik adab kpd ilmu jg adab kpd yg mengajarkan ilmu itu. Diakhirat kelak kita jg mengharapkan syafa’at dr baginda rosul, dalam artian kita tdk berjumpa rosul, yg kita jumpai adalah ajaran beliau(hadist dan sunnah) yg disampaikan turun temurun(wasitoh) oleh syeikh yg mursyd. Maka syeikh itu mesti memiliki sifat seperti sifat rosul. Perbuatan dan perkataan mrk jika dicermati tdk akan melenceng dari qur’an dan hadist.

Dan jg amat penting, bhw seorang syeikh akan mengajarkan ilmu dngan memakai kitab. Salah satu rukun iman adalah percaya kpd kitab. Hal ini adalah untuk syarat kpd kita, dimana salah satu dasar ma’rifat kita yg awam adalah dalil yakni khobar mutawatir yg terdapat pd kitab itu. Pertanggung jawabn syeikh bhw yg diajarkannya adalah apa yg ada dalam kitab, dan bukan hasil pemikirannya sendiri. Ilmu yg ada pd kitab itulah yg silsilahnya mnyampaikan kita kpd baginda rosuk kpd jibril kpd alloh ta’ala azza wa jalla

*Ingin bertemu mursyid! baca hatix sholawat yaitu ya sayidi ya rosuulallooh min 30mnt selama 40hr di niati ingin bertemu guru mursyid.

*Syaikh Abdul Qadir al Jilli berkata, Seorang Syaikh tidak dapat dikatakan mencapai puncak spiritual kecuali apabila 12 karakter berikut ini telah mendarah daging dalam dirinya: Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi seorang yang sattar (menutup aib) dan ghaffar (pemaaf). Dua karakter dari Rasulullah SAW yaitu penyayang dan lembut. Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya. Dua karakter dari Umar yaitu amar maruf nahi munkar. Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun (tahajjud) pada waktu orang lain sedang tidur. Dua karakter dari Ali yaitu aalim (cerdas/intelek) dan pemberani.

*Masih berkenaan dengan pembicaraan di atas dalam bait syair yang dinisbatkan kepada beliau dikatakan: Bila lima perkara tidak terdapat dalam diri seorang syaikh maka ia adalah Dajjal yang mengajak kepada kesesatan. Dia harus sangat mengetahui hukum-hukum syariat dzahir, mencari ilmu hakikah dari sumbernya, hormat dan ramah kepada tamu, lemah lembut kepada si miskin, mengawasi para muridnya sedang ia selalu merasa diawasi oleh Allah.

Syaikh Abdul Qadir juga menyatakan bahwa Syaikh al Junaid mengajarkan standar al Quran dan Sunnah kepada kita untuk menilai seorang syaikh. Apabila ia tidak hapal al Quran, tidak menulis dan menghapal Hadits, dia tidak pantas untuk diikuti. Sayangnya skrg bnyk yg bermegah2 dgn ayat2 kitabullah n sunnah tp kgk menembus kerongkongan, seorang mursyid amat tawadlu, kgk bermegahan ilmu pd lidahnya. *

Mursyid yg kamil mukamil hnylah beliau Rasulullah SAW wa Ghautsu Hadzaz Zaman RA *

*Imam Ghazali berkata: Murid pasti membutuhkn Syaikh dan guru yg dijadikan panutan agar menunjukkn pdny jalan yg lurus. Krn sesungguhny jln agama itu samar. Sdngkn jln2 syetan itu bnyk dan jelas. Siapa sj yg tdk memiliki guru, mk syetan pasti akn menuntunya menuju jln2 syetan. Siapa sj yg menyusuri jln pedalaman gurun yg merusak tanpa pengamanan, maka ia tlh membahayakn diriny sendiri dan menghancurkanya. Orang yg menyendiri (tnpa guru) bagaikn pohon yg tumbuh sendiri. Ia akan kering dlm waktu dekat. Andaikn pohon itu bs bertahan dan berdaun, maka ia tdk akn berbuah. (Ihya’ Ulumudin) *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: